Selasa, 06 Desember 2011

BEREBUT JAKARTA I

Oktober 2012, Fauzi Bowo dan Priyanto akan habis masa jabatannya. Untuk itu kandidat calon calon Gubernur sudah ancang ancang mulai saat ini, di bawah ini nama calon calon yang sudah memperkenalkan dirinya untuk bertarung memperebutkan posisi Jakarta 1, yaitu :

Independen
1. Adyaksa Dault (mantan Menpora)
2. Faisal Basrie (ekonom, mantan komisioner KPPU)
3. Firman Abadi (Dibo Piss, kandidat DPD 2009, Ketum Slankers)
4. Marzuki Usman (mantan Menteri Pariwisata era Gus Dur, Mantan Ketua Bapepam)
5. Mayjen Soeharto (Marinir)
Partai Golkar
1. Azis Syamsudin (DPR)
2. Basuki/Ahok (DPR, mantan Bupati Belitong Timur)
3. Priya Ramadhani (Ketua DPD Golkar DKI Jakarta)
4. Tantowi Yahya (DPR)
PDI Perjuangan
1. Priyanto (Wakil Gubernur DKI Jakarta)
Partai Demokrat
1. Nachrowi Ramli (Ketua DPRD DKI Jakarta)
PKS
1. Nugroho Djayusman
2. Ir. Tri Wisaksana, Msc.
Partai Pengusungnya belum di ketahui
1. Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta)

Para kandindat Cagub akan memperebutkan jumlah suara sekitar 5, 8 juta orang ( berdasarkan data pemilihan Presiden 2009 ), yang mungkin saja pas hari H nya, akan bertambah. Dari daftar yang ada di atas tentunya akan mengerucut menjadi beberapa nama saja, karena ada beberapa nama yang kelihatannya akan bersaing di masing masing partainya, terutama dari Partai Golkar, sedangkan Fauzi sendiri masih belum jelas akan di usung oleh partai mana, Golkar sudah mengusung beberapa nama, sedangkan PDI P, sudah mengusung wakilnya saat ini. Pertarungan untuk memperebuitkan posisi Jakarta 1, saat ini akan ramai, tidak seperti sebelumnya. Di mana Fauzi hanya bertarung dengan Adang, sehingga kalkulasinya mudah di tebak.

PETA POLITIK CALON GUBERNUR
Dari ke empat belas nama kandidat yang berebut kursi Jakarta 1, sampai saat ini masih belum menetukan calon wakil gubernurnya, mungkin saja dari para kandidat tersebut akan melakukan kolaborasi untuk menentukan dan menyatukan kekuatan, seperti dari calon calon indepnden, Golkar dan PKS. Kecuali dari Demokrat, PDI P dan Fauzi Bowo sendiri. Sehingga nama nama yang ada akan mengerucut lebih sedikit, sedangkan partai partai lainnya juga belum mengusung nama nama yang akan menjadi kandidatanya, seperti PAN, PPP, Bintang Reformasi dan beberapa partai lagi.

Berdasarkan nama nama yang ada dan partai pengusungnya, kecuali untuk calon independen akan bertarung berdasarkan jumlah minimal dukungan sebanyak 4 % jumlah penduduk Jakarta, yaitu 400 ribu, maka calon independen harus memperolehnya. Kalau tidak, maka tidak di perkenankan untuk ikut serta pemilihan gubernur. Hal ini yang kemungkinannya akan menjadi kolaborasi calon independen, atau calon calon indpenden sudah memiliki dukungan tersebut sehingga mereka berani untuk mencalonkan diri sebagai calon independen. Maka analisa peta pencalonannya bisa diperkirakan :
- dua atau tiga calon independen
- satu partai Golkar
- Satu PDI P
- Satu Demokrat
- Satu PKS
- Fauzi Bowo ( yang saat ini belum jelas partai pengusungnya )
- Satu kolaborasi antar partai
Analisa yang ada di atas baru kalkulasi hitung hitungan secara kasar, dan pastinya peta itu akan berubah dengan semakin dekatnya hari H pemilihan gubernur.

PETA POLITIK BERDASARKAN SEBARAN WILAYAH
Jumlah wilayah yang ada di DKI Jakarta adalah :
1. Jakarta Pusat
- 8 Kecamatan
- 44 Kelurahan
2. Jakarta Timur
- 10 Kecamatan
- 64 Kelurahan
3. Jakarta Selatan
- 10 Kecamatan
- 65 Kelurahan
4. Jakarta Barat
- 8 Kecamatan
- 56 Kelurahan
5. Jakarta Utara
- 6 Kecamatan
- 31 Kelurahan
6. Kepulauan Seribu
- 4 Kelurahan
- 105 Pulau
Dengan jumlah pemilih diperkirakan 5, 8 juta lebih yang berada di 6 kotamadya, 1 kabupaten, 42 kecamatan dan 265 kelurahan, maka masing masing kandidat harus mengetahui sosio kultural yang ada di masing masing wilayah untuk memenangkan pertarung menjadi DKI Satu, karena hal ini juga berpengaruh pada strategi yang akan di jalankan.

CRASH PROGRAM
Masalah utama yang ada di Jakarta, adalah :
- Tingkat kemiskinan dan pengangguran,
- Tingginya kriminilitas
- Rendahnya profesionalis aparatur daerah
- Banjir
- Sampah,
- Transportasi
- Kaki lima
- Rendahnya peran sertas serta masyarakat dan kelembagaan,
- Daya dukung lahan
Untuk setiap kandidat, harus mampu untuk menyelesaikan masalah masalah yang ada di atas secara cepat dan padu sebagai crash program denga cara yang rasional,terintegrasi dan terpadu dengan bahasa yang mudah di pahami oleh masyarakat, kalaupun kita tahu bahwa masyarakat Jakarta adalah para pemilih yang terdidik, maka aktualisasi program bukan nanti dilaksanakan ketika terjadi pemilihan, namun saat ini, maka bahasa " SIAPA CEPAT , DIA DAPAT " dapat di jadikan kenyataan, terlebih bagi para calon yang mempunyai jaringan. TAKE THE FIRST LINE, GETTING THE RESULT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar